DISDIKBUD PAMEKASAN MELAKSANAKAN WORKSHOP DALAM RANGKA PELESTARIAN BUDAYA TRADISIONAL TINGKAT SEKOLAH DASAR
Kembali ke Berita Sekretariat

DISDIKBUD PAMEKASAN MELAKSANAKAN WORKSHOP DALAM RANGKA PELESTARIAN BUDAYA TRADISIONAL TINGKAT SEKOLAH DASAR

11 August 2022 Admin 287 Views
DISDIKBUD PAMEKASAN MELAKSANAKAN WORKSHOP DALAM RANGKA PELESTARIAN BUDAYA TRADISIONAL TINGKAT SEKOLAH DASAR

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan menyelenggarakan Workshop dalam Rangka Pelestarian Budaya Tradisional Tingkat Sekolah Dasar di hotel cahaya berlian Pamekasan,(Kamis, 11/08/22). 

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan Bapak Akhmad Zaini, hadir pula Kabid Kebudayaan Ibu Siti Fatimah beserta Kabid SD Ibu Fatimatus Zahrah, dan seluruh jajaran KASI di bidang Kebudayaan serta Ibu Sri Sulastri sebagai Kasi di bidang SMP. Beserta narasumber yang bertugas pada kegiatan tersebut.

Dalam laporannya, Kabid Kebudayaan, Ibu Siti Fatimah menyampaikan bahwa kegiatan Workshop ini diikuti sebanyak 58 orang guru perwakilan jenjang Sekolah Dasar di kabupaten Pamekasan yang mendapatkan bantuan alat kesenian pada tahun 2021. 

Menurut beliau, Selain bertujuan untuk melestarikan Budaya Kesenian di Pamekasan, kegiatan ini juga bertujuan sebagai tindak lanjut dari bantuan alat kesenian yang telah diberikan. Ada sebanyak 58 Sekolah Dasar Negeri di kabupaten Pamekasan yang telah mendapatkan bantuan tersebut pada tahun 2021. 

Beliau juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa mengundang seluruh sekolah SD dan SMP baik negeri maupun swasta karena adanya keterbatasan anggaran, "Mudah-mudahan tahun depan program ini lebih banyak dan lebih luas lagi." Harap beliau.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan Bapak Akhmad Zaini menyampaikan tentang keprihatinannya terhadap perkembangan seni di Madura, yang beliau kutip dari pendapatnya Abd. Hadi, W.M.

Keprihatinan pertama menurut beliau, adalah Soal Identitas, saat ini identitas Madura sudah mulai hilang dari bentuk ornamen bangunan maupun fisiknya, tidak terasa unsur Maduranya, ini menjadi keprihatinan kita semua, termasuk di sekolah. "Coba mulai saat ini ada identitas Madura yg bisa ditampilkan." Ujar beliau. 

Keprihatinan kedua, lanjut beliau, adalah unsur Kesenian. Kreativitas orang Madura sudah mulai luntur, dahulu orang Madura kreatif dalam menciptakan seni, sekarang sudah mulai samar-samar hampir tidak ada bedanya antara Jawa dan Madura. 

Sedangkan yang ketiga adalah Pewarisan. orang-orang Madura yang menguasai bahasa Madura sudah mulai tua, dosen-dosen pengajar bahasa Madura sudah banyak yang lanjut usia, Bahasa madura sudah mulai luntur dalam kehidupan keseharian kita, Komunikasi kita sehari-hari sudah jarang menggunakan bahasa Madura. 

Jadi bapak dan ibu bisa melakukan kreativitas-kreativitas di sekolah baik unsur seni, budaya maupun alat-alat musik yang berkaitan dengan kesenian di Madura. "dan alat-alat itu bisa dimanfaatkan dg baik " ungkap beliau. 

Bapak Akhmad Zaini juga berharap dalam akhir sambutannya, menurut beliau, Kami berharap ini adalah dasar kita untuk membangkitkan lagi budaya Madura khususnya di bidang seni. Saya titip kepada bapak dan ibuk agar sekolah itu diberi sentuhan identitas Madura. Baik seragam maupun kreativitas yg lain. Dan begitu juga dalam berbahasa. "Dan itu tidak dilarang, malah bagus sekali untuk mencerminkan kemaduraannya." Tegas beliau.

Silahkan melakukan inovasi selama tidak melanggar aturan. dan semoga hari ini menjadi momentum awal kebangkitan kesenian di Pamekasan.

Bagikan Artikel Ini: