Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kabupaten Pamekasan 2025: Ajang Prestasi dan Pelestarian Bahasa Daerah
Pamekasan, 30 September 2025 — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan sukses menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang Sekolah Dasar Tingkat Kabupaten Tahun 2025. Kegiatan yang digelar sebagai wujud komitmen dalam melestarikan bahasa daerah ini diikuti oleh sebanyak 91 peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pamekasan.
Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, Kabid SD beserta jajaran Kasi, Korwilcambidikbud Pamekasan, serta dewan juri yang terdiri dari akademisi, budayawan, dan praktisi bahasa. Kehadiran jajaran pejabat dan tokoh tersebut menjadi bentuk dukungan penuh terhadap penguatan bahasa daerah sejak dini melalui jalur pendidikan.
FTBI kali ini menghadirkan lima cabang lomba, yaitu pidato, menembang, penulisan cerpen, stand up comedy, dan menulis carakan. Setiap lomba dirancang tidak hanya untuk mengasah keterampilan berbahasa, tetapi juga untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa dan budaya daerah sebagai identitas luhur yang perlu terus dijaga.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan menegaskan pentingnya bahasa daerah sebagai akar budaya dan jati diri bangsa. “Melalui FTBI, kita berharap generasi muda semakin bangga menggunakan bahasa ibu dan menjadikannya sebagai kekuatan dalam membangun karakter sekaligus melestarikan warisan leluhur,” ujarnya.
Dengan semangat kompetisi yang sehat, para peserta menunjukkan bakat, kreativitas, dan kecintaan mereka terhadap bahasa daerah. Pemenang dalam setiap lomba nantinya akan mewakili Kabupaten Pamekasan pada ajang tingkat provinsi, membawa nama baik daerah sekaligus memperkuat peran bahasa daerah dalam kancah pendidikan yang lebih luas.
Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 di Pamekasan menjadi bukti nyata bahwa pelestarian bahasa daerah bukan hanya tugas pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh lapisan masyarakat, dimulai dari tunas-tunas bangsa di bangku sekolah dasar.